Kamis, 02 Juni 2016

Reuni VS Kantor


With all respect, tanpa punya kepentingan pribadi saya sedikit tergerak untuk melakukan klarifikasi  “kasus” perselingkuhan karena REUNI. Ini versi saya, jadi gak usah didebat atau dibentur-benturkan pake hukum-hukum yang ketinggian, apalagi pake bahasa Internasyionel, otak saya gak bakal sampek.

 
Beberapa hari belakangan ini ada tulisan yang membuat kata “reuni” menjadi sebuah momok yang menakutkan, siyalnya jadi penuh nista dan dosa. Ouchh, alkisah ada seorang  pria beranak yang ditinggal pergi begitu saja oleh sang istri setelah reuni. Lalu jadilah seakan-akan si reuni menjadi penyebab rumah tangga ini rusak seketika.

 
Okey.. saya gak coba untuk mendebat, mungkin kasus itu benar, mungkin emang si bapak ditinggal istrinya, mungkin si ibu khilaf dan kabur dengan pria masa lalunya. Kan tetapi (taukah kita??) apakah ada kisah sebelumnya dalam rumah tangga si ibu dan bapak yang ditinggal ini?.. No body knows, dan mari sisihkan sebentar segala kemungkinanya. Saya cuma mau highlight  HINDARI REUNI KARENA BISA BIKIN PERSELINGKUHAN-nya, tafsir saya sih maknanya jadi begitu banget.

 
Ketika saya memutuskan berhenti bekerja disebuah perusahaan swasta (tidak bonafid sama sekali) bukan tanpa banyak alasan. Salah satu alasan yang mungkin bagi sebagian orang adalah mengada-ada, tapi ini merupakan bagian kecil alasanya. I am so sick of all these thing,  lemme tel ya ma story.

 
Adalah gadis muda (maaf) berkerudung, --maaf lagi-- amat sangat rajin beribadah, sesibuk apaapun pekerjaan kantor sholat merupakan sebuah kewajiban yang harus tak terbantahkan.  Baik? baik sekali nampaknya khan. You know what, dia terlibat perselingkuhan dengan seorang bapak beranak 2(dua) yang kebetulan kedudukanya lumayan tinggi dikantor kami. Rahasia?? Tidakk!!! Rahasia umum. Terpampang nyata, mulai dari OB sampai rekan sejawat tau kok.. but ini Indonesia man, kalau masih banyakan temen you can do anything even berselubungkan agama.

 
Si anak 1 lagi (they are close) sama penampilanya.. hanya lebih lugu dan lama sudah dalam “ketertutupan”. Pertama saya kenal si anak lugu ini, saya jatuh cinta (seperti emak ke anak..ceilee) sudah cantik, kerja bagus, lugu (pakaianya norak dan kampungan #menurut saya). Pikir saya dengan sedikit sentuhan she gotta be great. Saya focus di kecantikanya yang Indonesia sekali.

 
Saya tidak terlalu tau pergaualan si anak ini lebih dalam, yang saya lihat kemudian si anak bertransformasi dengan maha dasyatnya. Gadget mahal, baju mulai modis, makan tinggal tunjuk, jalan-jalan tinggal angkat tas. Semua berbanding 180° dari sebelumnya. Saya keppoh? no need.. kantor kami (seperti sudah saya bilang diatas, tidak bonafid) hanya ada sebuah meja panjang yang diduduki oleh 8 orang dengan posisi 4-4, tanpa partisi, tanpa sekat sama sekali. Saya bisa lihat kerjaan rekan sebelah saya, kita juga biasa berbagi makanan dengan teman dimeja depan. All open out, so ketika si anak bertransformasi.. tidak ada yang perlu di SELIKIDIKKK, hehehe kelihatan semuanya.

 
What interest?? Si anak (lagi-lagi rahasia umum) terlibat –entah- hubungan apa dengan seorang bapak beranak juga, --kafir pulak--. Kok entah? Ya lah kalau saya bilang perselingkuhan tapi dia gak ngaku? Yang jelas –secara logika orang dewasa- ini bukan gaya pertemanan bos-anak buah seperti yang mereka biasa lakukan beberapa bulan yang lalu ketika saya kenal pertama kali.

 
Kok anak yang pertama bisa dibilang selingkuh? Pikiran buruk. Should I describe you  her confession and another true story?? gak lah, kepanjangan!! Intinya  they do not good for a good guy DI KANTOR?? So apakah kantor buruk? Apakah ini satu-dua nya kisah perselingkuhan dikantor? You tell me your story guys

 
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah juga beberapa kali dapat “tawaran” selingkuh, ya dari teman kerja, mantan yang engga satu sekolahan atau bapak-bapak yang baru kenalan on the spot. Oh ya catat juga, sejak menikah saya selalu sial dengan mantan pacar --yang sekarang jadi suami--. Waktu jaman pacaran kita lagi hangat-hangatnya, dia nganggur, waktu pisah kata temen-temen kerjaanya lagi bagus, di akhir tahun 90  saat lagi break, sempet morotin 100rb (jaman itu sudah besar ya buat kita anak SMEA).

 
Hanya beberapa bulan sejak merit, pekerjaanya di biro perjalanan bermasalah, dia kena “dirumahkan” jadilah bertahun-tahun saya menikah dengan pekerja serabutan. Pesan yang mau saya sampaikan? Saya punya sejuta alasan buat selingkuh! Masih usia 20an waktu itu, not an ugly actually, Surely.

 
Jadilah saya yang perempuan bekerja ditengah pernikahan kami yang bermasalah dengan ekonomi. Ditengah desakan ekonomi, datang pula tawaran  jalan-jalan ke Puncak, sekedar JJS, bobo bareng (khan sama-sama udah dewasa –katanya--),  siyap dikenalkan dengan temannya yang orang kaya dan akan dicarikan kerjaan yang lebih bagus, apalah-apalahh..  Apakah saya geming? Sama sekali tidak!!

 
Saya sangat relijius? Sama sekali tidak ada hubunganya dengan Tuhan! Saat itu belum.  Tahun 2002-an ada masa dimana saya kecewa dengan situasi, saya marah sama Tuhan, walau bukan turunan anak orang kaya, seumur hidup saya gak pernah kekurangan makan, gak penah mama dan bapak saya lalai soal kebutuhan sekolah maupun kehidupan kami anak-anaknya, tapi setelah menikah, ternyata makan besok pun jadi pikiran, uang kontrakan, susu anak belum ditambah lingkunan padat penduduk yang bikin otak gampang singit. Komentar yang gak penting sama sekali bakal kita dengar hanya dalam hitungan menit. Acara-acara malam dengan segala komentatornya yang semacam sampahhh, useless?? Halahhhh.. I’ve been there before, saya tau cara mengomentari asal panjang walaupun tanpa isi. Been there, daily, montly.. almost be my habbit. Muak?? Bangett!!

 
Apa yang membuat saya ‘anti’ selingkuh walaupun ada tawaran... my first baby, anak perempuan. Anak yang lahir dalam segala kesusahan saya, segala kebodohan masa muda saya. Saya selalu berfikir, apa yang bisa saya katakana jika suatu saat, saat keadaan sudah baik, dan dia bertanya “mama dulu selingkuh?”..  berkaca pada diri sendiri yang tidak pernah puas dengan satu jawaban, I always will ask why.. why.. why.. why..  Maka nantinya, sampai titik mana saya bisa menjawab semua pertanyaanya, kenapa-nya dia??. Bisakah saya, mampukah saya. Cukupkah maaf??? Saya menjawab sendiri: saya ga akan bisa jawab. Makanya saya gak siyap selingkuh.

 
Ehh, panjang ya... belum sampek ke- reuni pun, sabar yaa, hehehe

 
Beberapa minggu yang lalu kami baru mengadakan reuni SMP setelah 21 tahun terpisah (lulusan 94-95, belum tua lah ya J). Saya agak-agak gimana ya kalu dibilang reuni rawan perselingkuhan. My case, reuni akhirnya terjadi setelah 21tahun perpisahan, pernah juga ada acara bukber 3-4 tahun lalu, the point is reuni bukan acara annual, tahunan, 3 tahunan, 4 tahunan apalagi 5 tahunan (PEMILUUU keleuss, hahaha) kok ya bisa rawan perselingkuhan?? Heloowww..

 
Somebody tell me soal perselingkuhan di dunia orang kantoran? Lantas layakah pekerja kantoran jadi stigma “rawan” selingkuh. Hmmm,,, lantas diputuskan agar tidak kerja kantoran saja, atau hindari dunia perkantoran, suer aku lum bisa mudeng. Maaf-maaf nih ye, gimana dengan cinlok di lokasi sport, cinlok ditempat ibadah (pengalaman saya), cinta sama tetangga (jaman dulu saya pernah pacaran sama tetangga). Most of all intesitas yang bikin cinta tumbuh, let say.. yang saya tau reuni itu gak ada range waktunya. Could be 10tahun- 15tahun lagi, bahkan 21tahun seperti yang baru kami buat kemarin. Kalaupun ada cinlok pasti ada pertemuan sebelum si “reuni” sendiri ada!! #logika saya sihh!! So??

 
Mungkinkan reuni bikin cinlok (lagiiii)?? Mungkin, mungkin sekali, amat sangat bisa sekali. Ketika reuni kemarin, saya pun jumpa lagi dengan orang-orang yang ketika saya SMP sosok-sosok yang menurut saya pada jaman dahuluuu itu guanteng’e rekk, cool nya bikin mupeng, sengaknya bikin penasaran,.. tapi sekarang, lebih suka liat momentumnya aja. Ingat masa lalu yg culun dan norak, tersipu-sipu gak jelas. Tapi saat ini bersua dalam bentuk (secara body dah 5x dari jaman dahulu) dan pola pikir yang sudah jauh berbeda. Salahkah si reuni?? Kebetulan sih otak saya bener kemarin, jadi ketemu sama cowok-cowok idola saya jaman dulu juga.. ya biasa bangettt, banget-banget biasa!!!

 
 Agak-agak (tidak layak saya kometar sebenarnya) tapi apalah daya, sungguh saya terganggu dengan stigma “selingkuh” dalam per-reunia-an karangan seorang di medsos. Kenapa gak salahkan pribadi si ibu yang ternyata “cemen”. Sama seperti kita ramai-rami menyalahkan si miras gegara ada kasus perkosaan karena (katanya) habis minum miras. Pertanyaanya, tanpa si miras, apakah si anak ini lebih sopan, lebih baik atau emang udah dasarnya??, kek si ibu yang kabur setelah reunion, cari tau dong cerita aslinya kek mana??. Bener ketemuan di reuni doangan, apa emang udah backstreet dari kemaren?

 
Saya gak bermaksut  bilang reuni pasti bermanfaat?? Anything, everything,  anywhere.. all just about your view!! Absolutely. Apakah orang beragama pasti lebih baik dari yang tidak beragama?? Cek sama-sama yuks. Dan penilaianya pun gak usah serumit  “idol-idolan segala”, dia baik gak kesemua orang, terlepas ada yang liat apa gak. Gampang khan?? It calls integrity

 
Manusia kalu emang gak punya integrity ya sulit, jangankan ninggalin anak dan suami, ninggalin Tuhan aja gampang kok. So ini bukan salah momentumnya.. ini soal pribadinya. Ini soal karakternya, mau sikonya apa kek, kalu mentalnya udah begituu.. ya soal waktu aja, dan kebetulan si ibu termehek-mehek setelah reuni-an. Pernah berfikirkah bahwasanya bagi temen-temen yang bekerja sebagai sales, agen, pedagang online, berapa mereka diuntungkan dengan promo via reunion..  new network, jaringan baru bow. Ada dosakah, salahkah??? Jawab masing2 aja yaa..

 
Back to stigma soal reuni, beberapa bahkan ada yang mengharamkan, kalu saya lihat-lihat kok ya, balik-baliknya kesoal agama. Hmmm, pinggirkan soal agama, saya gak bisa bahas pandangan orang lain soal agamanya, tapi stigma “rawan selingkuh pada reuni” yang mau saya kometari. Banyakan mana perseligkuhan dikantor apa di reuni? Apalagi yang pasangannya kerjanya jauh-jauhan, hayuuu,, disini mantang-mantangin diri dari reuni, yakin yang disana nun jauh dari sentuhan fisik sama yang halalnya PASTI kuat. Pasti ndak ada selingkuh, pasti “baik-baik sajaa”?? #asli nanya loh..

 
Terus ada juga beberapa yang mengharamkan karena masa lalu yang gak bermanfaat,
Hellooo... lu kira lukisan harga ratusan juta karena ketumpahan cat di atas anduk, lu kira keramik itu langsung enak dipajang di sudut rumah lu. Woyy, keramik mahal elu itu dibuat dari tanah liat yang kotor dan gak berarti sama sekali, lukisan mahal elu itu di ureg-ureg dari cat basah, bau dan kotor!! Lu kira benda-benda sekitar elu terjadi dengan sendirinya, tanpa proses?  Pikir elu, elu lahir langsung jadi manusia beriman setinggi langitt, langsung dapat pencerahan?… haloowwww, kakak.. perjalanan iman elu itu sama kek gue (walapun beda chasing).. intinya semua sampai kesini (perasaan begitu rohaniii) karena ada perjalanan-perjalanan buruk itu darling.

 
Melalui masa lalu elu yang norak, yang kampungan, yang liar, yang masa bodo, bodoh, keras kepala, sok tau, imajinatif... semua kesalahan itu yang memberi arti hidup pada kita sekarang, kok dibilang “gak manfaat”. Belajar dari  masa lalu- lah akhirnya kita berfikir untuk memperbaiki diri, kebodohan yang membuat kita ingin menjadi lebih baik.

 
Kalu masa lalu elu busukkkk bangett pun, dia tetep masa lalu elu. Mau sejuta dalilll pun lu buat untuk mengharamkanya. Tetep aja masa lalu lu itu adalah bagian dari kehidupan elo. Gak perlu diharam2kan lah, jadikan peringatan, bahwa kita yang sekarang sudah baik, janganlah mundur kek dulu lagi. Bagus juga buat ngingetin yang sekarang masih belum bagus.. bilang “lu bisa bagus kek gue sekarang, masa lalu gue juga dulu 4L4y parahhh, tapi akhirnya bla..bla..bla…” make it be good, jangan dibuat jadi serapah (semacam kesialan tak berperi)

 
Yang merasa masa lalunya –bener2--gak layak diingat dan haram.. (bukan buat dibangga2in apalagi dijadikan  kamus sehari2 juga sih), just let it flow tetep aja masa lalu elu itu akan jadi sejarah perjalan hidup lu, kisah kenapa dan mengapa elu. Alasan kenapa lu harus meninggalkanya dan selalu ingin lebih baik. Kan kalu gak ada masa lalu, lu juga gak bisa bikin perbandingan ke kehidupan sekarang.  Simple khan?? Ishh, masa lalu kok diharamkan, Tuhan salah planning dong kalu gitu?

 
Kalu lu merasa sudah jadi manusia ter-BAIK dan totally end with the past (segitu mengaramkan), ya sekalian aja minta dokter untuk  suntik amnesia. It’s gonna be brand new life! Baru! Baruuu! Fresh! Pastii! Tak ada masa lalu membayangi.. Hmmm