With
all respect, tanpa punya
kepentingan pribadi saya sedikit tergerak untuk melakukan klarifikasi “kasus” perselingkuhan karena REUNI. Ini
versi saya, jadi gak usah didebat atau dibentur-benturkan pake hukum-hukum yang
ketinggian, apalagi pake bahasa Internasyionel, otak saya gak bakal sampek.
Beberapa hari belakangan ini ada tulisan yang membuat kata “reuni”
menjadi sebuah momok yang menakutkan, siyalnya jadi penuh nista dan dosa.
Ouchh, alkisah ada seorang pria beranak
yang ditinggal pergi begitu saja oleh sang istri setelah reuni. Lalu jadilah
seakan-akan si reuni menjadi penyebab rumah tangga ini rusak seketika.
Okey.. saya gak coba untuk mendebat, mungkin kasus itu benar,
mungkin emang si bapak ditinggal istrinya, mungkin si ibu khilaf dan kabur
dengan pria masa lalunya. Kan tetapi (taukah kita??) apakah ada kisah
sebelumnya dalam rumah tangga si ibu dan bapak yang ditinggal ini?.. No body knows, dan mari sisihkan
sebentar segala kemungkinanya. Saya cuma mau highlight HINDARI REUNI KARENA
BISA BIKIN PERSELINGKUHAN-nya, tafsir saya sih maknanya jadi begitu banget.
Ketika saya memutuskan berhenti bekerja disebuah perusahaan
swasta (tidak bonafid sama sekali) bukan tanpa banyak alasan. Salah satu alasan
yang mungkin bagi sebagian orang adalah mengada-ada, tapi ini merupakan bagian
kecil alasanya. I am so sick of all these
thing, lemme tel ya ma story.
Adalah gadis muda (maaf) berkerudung, --maaf lagi-- amat
sangat rajin beribadah, sesibuk apaapun pekerjaan kantor sholat merupakan
sebuah kewajiban yang harus tak terbantahkan. Baik? baik sekali nampaknya khan. You know what, dia terlibat
perselingkuhan dengan seorang bapak beranak 2(dua) yang kebetulan kedudukanya
lumayan tinggi dikantor kami. Rahasia?? Tidakk!!! Rahasia umum. Terpampang nyata,
mulai dari OB sampai rekan sejawat tau kok.. but ini Indonesia man, kalau
masih banyakan temen you can do anything
even berselubungkan agama.
Si anak 1 lagi (they
are close) sama penampilanya.. hanya lebih lugu dan lama sudah dalam “ketertutupan”.
Pertama saya kenal si anak lugu ini, saya jatuh cinta (seperti emak ke
anak..ceilee) sudah cantik, kerja bagus, lugu (pakaianya norak dan kampungan
#menurut saya). Pikir saya dengan sedikit sentuhan she gotta be great. Saya focus di kecantikanya yang Indonesia
sekali.
Saya tidak terlalu tau pergaualan si anak ini lebih dalam,
yang saya lihat kemudian si anak bertransformasi dengan maha dasyatnya. Gadget
mahal, baju mulai modis, makan tinggal tunjuk, jalan-jalan tinggal angkat tas. Semua
berbanding 180° dari sebelumnya. Saya keppoh? no need.. kantor kami (seperti sudah saya bilang diatas, tidak bonafid)
hanya ada sebuah meja panjang yang diduduki oleh 8 orang dengan posisi 4-4,
tanpa partisi, tanpa sekat sama sekali. Saya bisa lihat kerjaan rekan sebelah
saya, kita juga biasa berbagi makanan dengan teman dimeja depan. All open out, so ketika si anak bertransformasi.. tidak ada yang perlu di
SELIKIDIKKK, hehehe kelihatan semuanya.
What
interest?? Si anak (lagi-lagi rahasia umum)
terlibat –entah- hubungan apa dengan seorang bapak beranak juga, --kafir pulak--.
Kok entah? Ya lah kalau saya bilang perselingkuhan tapi dia gak ngaku? Yang jelas
–secara logika orang dewasa- ini bukan gaya pertemanan bos-anak buah seperti
yang mereka biasa lakukan beberapa bulan yang lalu ketika saya kenal pertama
kali.
Kok anak yang pertama bisa dibilang selingkuh? Pikiran buruk.
Should I describe you her confession and another true story?? gak
lah, kepanjangan!! Intinya they
do not good for a good guy DI KANTOR?? So apakah kantor buruk? Apakah ini satu-dua nya kisah
perselingkuhan dikantor? You tell me your
story guys…
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah juga beberapa kali
dapat “tawaran” selingkuh, ya dari teman kerja, mantan yang engga satu
sekolahan atau bapak-bapak yang baru kenalan on the spot. Oh ya catat juga, sejak menikah saya selalu sial
dengan mantan pacar --yang sekarang jadi suami--. Waktu jaman pacaran kita lagi
hangat-hangatnya, dia nganggur, waktu pisah kata temen-temen kerjaanya lagi
bagus, di akhir tahun 90 saat lagi break, sempet morotin 100rb (jaman itu
sudah besar ya buat kita anak SMEA).
Hanya beberapa bulan sejak merit, pekerjaanya di biro
perjalanan bermasalah, dia kena “dirumahkan” jadilah bertahun-tahun saya
menikah dengan pekerja serabutan. Pesan yang mau saya sampaikan? Saya punya
sejuta alasan buat selingkuh! Masih usia 20an waktu itu, not an ugly actually, Surely.
Jadilah saya yang perempuan bekerja ditengah pernikahan kami
yang bermasalah dengan ekonomi. Ditengah desakan ekonomi, datang pula tawaran jalan-jalan ke Puncak, sekedar JJS, bobo
bareng (khan sama-sama udah dewasa –katanya--), siyap dikenalkan dengan temannya yang orang
kaya dan akan dicarikan kerjaan yang lebih bagus, apalah-apalahh.. Apakah saya geming? Sama sekali tidak!!
Saya sangat relijius? Sama sekali tidak ada hubunganya dengan
Tuhan! Saat itu belum. Tahun 2002-an ada
masa dimana saya kecewa dengan situasi, saya marah sama Tuhan, walau bukan turunan
anak orang kaya, seumur hidup saya gak pernah kekurangan makan, gak penah mama
dan bapak saya lalai soal kebutuhan sekolah maupun kehidupan kami anak-anaknya,
tapi setelah menikah, ternyata makan besok pun jadi pikiran, uang kontrakan, susu
anak belum ditambah lingkunan padat penduduk yang bikin otak gampang singit.
Komentar yang gak penting sama sekali bakal kita dengar hanya dalam hitungan
menit. Acara-acara malam dengan segala komentatornya yang semacam sampahhh, useless?? Halahhhh.. I’ve been there before, saya tau cara
mengomentari asal panjang walaupun tanpa isi. Been there, daily, montly.. almost be my habbit. Muak?? Bangett!!
Apa yang membuat saya ‘anti’ selingkuh walaupun ada tawaran...
my first baby, anak perempuan. Anak
yang lahir dalam segala kesusahan saya, segala kebodohan masa muda saya. Saya
selalu berfikir, apa yang bisa saya katakana jika suatu saat, saat keadaan
sudah baik, dan dia bertanya “mama dulu
selingkuh?”.. berkaca pada diri
sendiri yang tidak pernah puas dengan satu jawaban, I always will ask why.. why.. why.. why.. Maka nantinya, sampai titik mana saya bisa
menjawab semua pertanyaanya, kenapa-nya dia??. Bisakah saya, mampukah saya.
Cukupkah maaf??? Saya menjawab sendiri: saya ga akan bisa jawab. Makanya saya
gak siyap selingkuh.
Ehh, panjang ya... belum sampek ke- reuni pun, sabar yaa,
hehehe
Beberapa minggu yang lalu kami baru mengadakan reuni SMP
setelah 21 tahun terpisah (lulusan 94-95, belum tua lah ya J). Saya agak-agak gimana ya kalu dibilang reuni rawan
perselingkuhan. My case, reuni
akhirnya terjadi setelah 21tahun perpisahan, pernah juga ada acara bukber 3-4
tahun lalu, the point is reuni bukan
acara annual, tahunan, 3 tahunan, 4
tahunan apalagi 5 tahunan (PEMILUUU keleuss, hahaha) kok ya bisa rawan
perselingkuhan?? Heloowww..
Somebody
tell me soal perselingkuhan di dunia orang
kantoran? Lantas layakah pekerja kantoran jadi stigma “rawan” selingkuh. Hmmm,,,
lantas diputuskan agar tidak kerja kantoran saja, atau hindari dunia
perkantoran, suer aku lum bisa mudeng. Maaf-maaf nih ye, gimana dengan cinlok
di lokasi sport, cinlok ditempat
ibadah (pengalaman saya), cinta sama tetangga (jaman dulu saya pernah pacaran
sama tetangga). Most of all intesitas
yang bikin cinta tumbuh, let say..
yang saya tau reuni itu gak ada range waktunya. Could be 10tahun- 15tahun lagi, bahkan 21tahun seperti yang baru
kami buat kemarin. Kalaupun ada cinlok pasti ada pertemuan sebelum si “reuni”
sendiri ada!! #logika saya sihh!! So??
Mungkinkan reuni bikin cinlok (lagiiii)?? Mungkin, mungkin sekali,
amat sangat bisa sekali. Ketika reuni kemarin, saya pun jumpa lagi dengan orang-orang
yang ketika saya SMP sosok-sosok yang menurut saya pada jaman dahuluuu itu guanteng’e rekk, cool nya bikin mupeng, sengaknya bikin penasaran,.. tapi sekarang,
lebih suka liat momentumnya aja. Ingat masa lalu yg culun dan norak,
tersipu-sipu gak jelas. Tapi saat ini bersua dalam bentuk (secara body dah 5x
dari jaman dahulu) dan pola pikir yang sudah jauh berbeda. Salahkah si reuni?? Kebetulan
sih otak saya bener kemarin, jadi ketemu sama cowok-cowok idola saya jaman dulu
juga.. ya biasa bangettt, banget-banget biasa!!!
Agak-agak (tidak layak
saya kometar sebenarnya) tapi apalah daya, sungguh saya terganggu dengan stigma
“selingkuh” dalam per-reunia-an karangan seorang di medsos. Kenapa gak salahkan
pribadi si ibu yang ternyata “cemen”. Sama seperti kita ramai-rami menyalahkan
si miras gegara ada kasus perkosaan karena (katanya) habis minum miras. Pertanyaanya,
tanpa si miras, apakah si anak ini lebih sopan, lebih baik atau emang udah
dasarnya??, kek si ibu yang kabur setelah reunion, cari tau dong cerita aslinya
kek mana??. Bener ketemuan di reuni doangan, apa emang udah backstreet dari kemaren?
Saya gak bermaksut bilang reuni pasti bermanfaat?? Anything, everything, anywhere.. all just about your view!! Absolutely.
Apakah orang beragama pasti lebih baik dari yang tidak beragama?? Cek sama-sama
yuks. Dan penilaianya pun gak usah serumit “idol-idolan segala”, dia baik gak kesemua
orang, terlepas ada yang liat apa gak. Gampang khan?? It calls integrity
Manusia kalu emang gak punya integrity ya sulit, jangankan
ninggalin anak dan suami, ninggalin Tuhan aja gampang kok. So ini bukan salah momentumnya.. ini soal pribadinya. Ini soal
karakternya, mau sikonya apa kek, kalu mentalnya udah begituu.. ya soal waktu
aja, dan kebetulan si ibu termehek-mehek setelah reuni-an. Pernah berfikirkah
bahwasanya bagi temen-temen yang bekerja sebagai sales, agen, pedagang online, berapa
mereka diuntungkan dengan promo via reunion.. new
network, jaringan baru bow. Ada dosakah,
salahkah??? Jawab masing2 aja yaa..
Back to
stigma soal reuni, beberapa bahkan ada yang
mengharamkan, kalu saya lihat-lihat kok ya, balik-baliknya kesoal agama. Hmmm, pinggirkan soal agama, saya gak
bisa bahas pandangan orang lain soal agamanya, tapi stigma “rawan selingkuh
pada reuni” yang mau saya kometari. Banyakan mana perseligkuhan dikantor apa di
reuni? Apalagi yang pasangannya kerjanya jauh-jauhan, hayuuu,, disini
mantang-mantangin diri dari reuni, yakin yang disana nun jauh dari sentuhan
fisik sama yang halalnya PASTI kuat. Pasti ndak ada selingkuh, pasti “baik-baik
sajaa”?? #asli nanya loh..
Terus ada juga beberapa yang mengharamkan karena masa lalu
yang gak bermanfaat,
Hellooo... lu kira lukisan harga ratusan juta karena
ketumpahan cat di atas anduk, lu kira keramik itu langsung enak dipajang di
sudut rumah lu. Woyy, keramik mahal elu itu dibuat dari tanah liat yang kotor
dan gak berarti sama sekali, lukisan mahal elu itu di ureg-ureg dari cat basah,
bau dan kotor!! Lu kira benda-benda sekitar elu terjadi dengan sendirinya,
tanpa proses? Pikir elu, elu lahir
langsung jadi manusia beriman setinggi langitt, langsung dapat pencerahan?…
haloowwww, kakak.. perjalanan iman elu itu sama kek gue (walapun beda chasing).. intinya semua sampai kesini
(perasaan begitu rohaniii) karena ada perjalanan-perjalanan buruk itu darling.
Melalui masa lalu elu yang norak, yang kampungan, yang liar,
yang masa bodo, bodoh, keras kepala, sok tau, imajinatif... semua kesalahan itu
yang memberi arti hidup pada kita sekarang, kok dibilang “gak manfaat”. Belajar dari masa
lalu- lah akhirnya kita berfikir untuk memperbaiki diri, kebodohan yang membuat
kita ingin menjadi lebih baik.
Kalu masa lalu elu busukkkk bangett pun, dia tetep masa lalu
elu. Mau sejuta dalilll pun lu buat untuk mengharamkanya. Tetep aja masa lalu
lu itu adalah bagian dari kehidupan elo. Gak perlu diharam2kan lah, jadikan
peringatan, bahwa kita yang sekarang sudah baik, janganlah mundur kek dulu
lagi. Bagus juga buat ngingetin yang sekarang masih belum bagus.. bilang “lu
bisa bagus kek gue sekarang, masa lalu gue juga dulu 4L4y parahhh, tapi
akhirnya bla..bla..bla…” make it be good,
jangan dibuat jadi serapah (semacam kesialan tak berperi)
Yang merasa masa lalunya –bener2--gak layak diingat dan
haram.. (bukan buat dibangga2in apalagi dijadikan kamus sehari2 juga sih), just let it flow tetep aja masa lalu elu itu akan jadi sejarah
perjalan hidup lu, kisah kenapa dan mengapa elu. Alasan kenapa lu harus
meninggalkanya dan selalu ingin lebih baik. Kan kalu gak ada masa lalu, lu juga
gak bisa bikin perbandingan ke kehidupan sekarang. Simple khan?? Ishh, masa lalu kok diharamkan,
Tuhan salah planning dong kalu gitu?
Kalu lu merasa sudah jadi manusia ter-BAIK dan totally end with the past (segitu mengaramkan),
ya sekalian aja minta dokter untuk suntik amnesia. It’s gonna be brand new life! Baru! Baruuu! Fresh! Pastii! Tak ada masa lalu membayangi.. Hmmm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar