Let’s keep the story of the wrong Armagedon itu, lanjut ke tanggal
21-12-2012 yang juga katanya “akan” kiamat.
Hmmm, yang aku rasain amat sangat sore tanggal 21-12-2012 itu, tepat jam
4.30an, adalah ki-macet bukan ki-amat.. Sumpah lho!! Menurut aku sore itu
(bahkan menurut issu teman-teman yang bubar kantor lebih malam) ki-macet masih
terus merabah sampai jam 12an malam. Gila ya?? hari itu aku yang biasa balik
Cikarang-Jati bening cuma 40 menit,
bahkan kurang kalau lagi beruntung. Harus manghabiskan waktu 2,5jam plus hujan
dan dingin yang menyengat (huuu, lebay
deh aku, belakangan aku tau kalau badan aku mau drop makanya sore itu badan berasa
tambah nelangsa)…
Thanks to Elf Koperasi yang
membuat waktu menunggu sedikit terobati. What
is that?? VCD Kakek Cangkul dan Nenek Gayung menemani kita sampai tujuan
dengan selamat. Hehehe. Akhirnya tau juga siapa sih tuh si Nikita Mirzani yang
super seksong itu… oh dia bintang pelem bow.. :D
So what amazing of 2012 buat seorang
Mawar Angelina, selain 12-12-12 atau 21-12-12 yang no concerning with my life at all.
January yang membosankan,
dengan ritme kerja yang nyaris tak ada rasa. Yes ini serius. I am a super
woman and love in rush of working dan sudah beberapa bulan ini kami hanya
sedang menunggu ‘sisa-sisa’ pengiriman PO yang lama. Boring day, boring time… sampai dengan sangat sadar aku tau
beberapa orang mulai asyik mengunjing betapa ‘jobless’nya
diriku, hehehe. Masalah buat elo??
February, kelelahan karena jobless yang sudah di ujung ubun-ubun. Dengan
confidence aku menemui salah satu ibu
HRD dan ‘minta’ kerjaan. Nice respond, beberapa bulan kemudian
beliau menjawab, yang kemudian mebuat
banyak tanya dikepalaku *&^_%$#? (*)*_ sensor, hahaha. Is this what I want??
Bulan Maret ke April tidak ada yang istimewa. Kemudian
di pertengahan April, aku berurusan dengan Sekolah anak gadisku. Kepala ku
penuh dengan kicauan yang mau aku tumpahkan. Tapi aku tidak bisa menuliskannya
disini. Yang jelas hari itu aku ditempelak, aku ditelanjangi, aku dihempaskan
oleh kesalahan anakku yang aku tau itu adalah “titisan” dari seorang Mawar.
Kenaif-an yang berujung kebodohan. Oh, Jane… FYI, -untuk sesaat- hari itu
aku kehilangan duniaku. Mataku enggan terbuka, telingaku takut mendengar suara.
Aku berharap kisah itu hanya kebodohan April. Tapi aku salah, justru cerita itu
adalah rangkaian dari kisah di tahun 2011. Oh,
Gosh…
May , kisah dibulan ini lebih
gila dari apa yang pernah aku bayangkan. Kembali harga diriku terinjak-injak,
aku seperti sadar kalau selama ini aku ternyata buta, aku sangat naïf, lebih dari pada siapapun yang pernah naïf didunia
ini, aku lebih bodoh dari siapapun yang ada
didunia ini. Di summer May ini…
sayapku patah, hatiku pecah, kakiku gontai, mengangkat wajahpun tak sanggup
rasanya, nyawaku melayang di udara untuk beberapa lama. Tulangku kering,
airmata terus berderai, luka sangat.
Dan dalam segala kesakitan itu, mulutku terkatup rapat, tanganku terikat kuat untuk
minta pertolongan. Bahkan satu-satunya tempat aku merasa bisa tertolong, pun
tidak pernah mengulurkan tanganya. Hari itu aku terjatuh kedalam lubang hitam yang paling dalam. Bulan May 2012.
Seorang Mawar hidup tanpa jiwa, pahit, getir, sakit, dan sendirian, benar-benar
sendirian.
Juni pertengahan. Manurut aku seharusnya ini adalah
jawaban dari Tuhan melalui orang HRD
atas ‘kegalauan’ku di bulan February yang jobless.
Ceilee, hehehe. Tanpa hitam diatas
putih, tanpa jobdesk yang jelas,
tanpa ada transfer pekerjaan dari
pendahulu ku, tanpa ada bimbingan dari siapapun, tak ada yang bisa aku sandari
saat itu. TIDAK ADA!! I Got a lot of job.
Berawal dari percakapan “tak sengaja” di toilet, dilanjutkan by telephon (tidak
pernah ada tatap muka) kemudian aku ‘mendapat’ pekerjaan baru. Pekerjaan yang lebih menantang, lebih banyak, lebih
komplikated dan ini yang LUPA DIINGATKAN OLEH HRD, TANPA GUIDEDENCE!!!!
Here I am for this six moth. Tantangan
baru diawal jiwa yang rapuh,, airmata
yang terus mendesak diantara puing-puing hati yang masih luluh lantak. Tanpa support, tanpa motovasi, tanpa dipandang
sama sekali… seharusnya semua bukan masalah buat seorang Mawar. People now me a s tough woman. Tapi
tawaran yang cantik itu datang setelah bulan yang penuh kesakitan, penuh luka
dan dendam.
Lukaku terasa masih basah, kaki ku belum cukup kuat untuk berdiri dengan
gagah -seperti aku yang
biasa-.
Mendadak cibiran dan dead line menjadi masalah buat aku,
semua terlihat seperti seringai yang mencoba menakut-nakuti aku. Abaian terasa seperti bom waktu yang siap aku
lempar disegala penjuru.
Here in December. Seperti biasa
mejelang akhir tahun, aku perlu menata hati dan hari untuk 2013. Sakit itu
masih ada, marah itu masih bersisa, kecewa itu masih menohok. Dan sekalipun waktu
sudah berjalan, ‘bimbingan’ itu belum juga ada, rekan sekerja belum juga terlihat,
yang ada hanyalah rangkaian SOP berdasarkan senioritas. Diantara kegamangan
perasaan dan status pekerjaan, aku memaksa diri untuk bangun. Dan memang aku
harus!!!.
Then thank to God, here I am now, belajar untuk
semakin tangguh diantara tekanan orang-orang yang “kuduga” teman, diantara hari-hari yang
memburu dengan hitungan dari 1 sampai 31-nya, digeliat jam dinding yang merayap
dari angka 1 ke 12-nya.
December 2012, kau tidak membuat duniaku kiamat. 2013, Dear God… Ajari aku menghitung hari-hari dengan bijaksana, agar aku beroleh hati bijaksana.
December 2012, kau tidak membuat duniaku kiamat. 2013, Dear God… Ajari aku menghitung hari-hari dengan bijaksana, agar aku beroleh hati bijaksana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar