Dengan kesadaran penuh aku
bisa bilang kalau email itu memang tidak terlihat ada apa-apa-nya sama sekali,
tidak juga ada kata-kata yang cukup atau bahkan bisa dipaksakan mengandung unsur “melecehkan” apalagi “memarahi”.
Tapi dengan kondisi hati
yang sedang tidak terlalu fit, perasaanku langsung miris dan sesak dengan
jawaban (ataukah) pernyataan si bos atas pangajuan cuti aku.
Why
should I, kenapa mesti gue, kenapa giliran kerjaan
recehan tapi merintil banyak en gak keliahatan gitu harus gue yang pasang
badan??? HALOOOO... batinku teriak kencang, mau
marah rasanya, mau junggir balik dilantai rasanya, mau nangis rasanya,,, meski
sadar juga ini gak separah itu, ini gak sepenting itu, but still its hurt, its suck... AAARRGGHHH
Hi
Sir, do you know?? No one ever involve
me here, gak ada
satupun yang pernah bagi info disini. Gak pernah ngerasa jadi bagian
disini, bagian ku Cuma “kerja bakti”. Nyaris
setahun nyasar diruangan ini tidak ada satupun “ilmu” yang kudapat dengan cara
yang “professional” tidak juga ada uluran tangan yang menawarkan pertolongan
apalagi kerjasama disini.
Semua aku raba dengan
ketakutan, semua aku tekuri dengan jijik, antata rasa menyerah dan tak mau
kalah. Dengan gumpalan asa kemarahan yang terus membakar diri.
Semua hal
kupelajari dengan lambat. Banyak kali harus memaksa diri terlihat tolol, belum lagi
gelitikan-gelitikan ganggu “rekan” yang menimpali Kata-kata; bego, gak ngerti
apa-apa, gak bisa kerja, blah blah… semua membuat tekanan darah dan emosionalku
meledak.
Sore ini aku marah, sedih
rasanya!!! Sakit tidak dianggap orang disini --walaupun aku sudah berusaha
keras mempelajari semuanya dengan
caraku, walaupun sudah kucoba memperbaiki system yang antah berantah ini-- Masih
ku jadikan bahan tertawaan sendiri. Walaupun sudah membaca intrik-intrik
sebagain orang, aku masih menutup mulutku untuk “komentar” soal ‘tempat ini, walau
marah dan kesal dijajah tenaga dan otak tapi bahkan “seorang Mawar” tidak pernah
dikenali disini. Setelah semua rasa yang membuat ku itu kesal, masih kulapangkan
dada, semuanya hanya menjadi olok-olok untuk mentertawakan kemalanganku.
Tapi email kecil si bos,
cukup memicu ketegangan diurat dan hatiku, kembali rasa itu menggugat hati. Kecewa,
marah, sedih. Sakit rasanya sudah tak dianggap tapi disuruh kerjakan
bagian-bagian yang ditinggalkan orang pula, marah dengan sikon yang terlihat
tidak memihak aku, kecewa dengan system... aku menangis tidak jelas sore ini.
Almost
4 o’clock, and office hour will off but then my heart felt so hurt and the hard
rain made it so complete.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar