Kamis, 18 April 2013

Mad of me :(



Dengan kesadaran penuh aku bisa bilang kalau email itu memang tidak terlihat ada apa-apa-nya sama sekali, tidak juga ada kata-kata yang cukup atau bahkan bisa dipaksakan  mengandung unsur “melecehkan” apalagi “memarahi”.

Tapi dengan kondisi hati yang sedang tidak terlalu fit, perasaanku langsung miris dan sesak dengan jawaban (ataukah) pernyataan si bos atas pangajuan cuti aku.
Why should I,  kenapa mesti gue, kenapa giliran kerjaan recehan tapi merintil banyak en gak keliahatan gitu harus gue yang pasang badan??? HALOOOO...  batinku teriak kencang, mau marah rasanya, mau junggir balik dilantai rasanya, mau nangis rasanya,,, meski sadar juga ini gak separah itu, ini gak sepenting itu, but still its hurt, its suck...  AAARRGGHHH 

Hi Sir, do you know??  No one ever involve me here, gak ada satupun yang pernah bagi info disini. Gak pernah ngerasa jadi bagian disini,  bagian ku Cuma “kerja bakti”. Nyaris setahun nyasar diruangan ini tidak ada satupun “ilmu” yang kudapat dengan cara yang “professional” tidak juga ada uluran tangan yang menawarkan pertolongan apalagi kerjasama disini.

Semua aku raba dengan ketakutan, semua aku tekuri dengan jijik, antata rasa menyerah dan tak mau kalah. Dengan gumpalan asa kemarahan yang terus membakar diri. 

Semua hal kupelajari dengan lambat. Banyak kali harus memaksa diri terlihat tolol, belum lagi gelitikan-gelitikan ganggu “rekan” yang menimpali Kata-kata; bego, gak ngerti apa-apa, gak bisa kerja, blah blah… semua membuat tekanan darah dan emosionalku meledak.

Sore ini aku marah, sedih rasanya!!! Sakit tidak dianggap orang disini --walaupun aku sudah berusaha keras  mempelajari semuanya dengan caraku, walaupun sudah kucoba memperbaiki system yang antah berantah ini-- Masih ku jadikan bahan tertawaan sendiri. Walaupun sudah membaca intrik-intrik sebagain orang, aku masih menutup mulutku untuk “komentar” soal ‘tempat ini, walau marah dan kesal dijajah tenaga dan otak tapi bahkan “seorang Mawar” tidak pernah dikenali disini. Setelah semua rasa yang membuat ku itu kesal, masih kulapangkan dada, semuanya hanya menjadi olok-olok untuk mentertawakan kemalanganku.

Tapi email kecil si bos, cukup memicu ketegangan diurat dan hatiku, kembali rasa itu menggugat hati. Kecewa, marah, sedih. Sakit rasanya sudah tak dianggap tapi disuruh kerjakan bagian-bagian yang ditinggalkan orang pula, marah dengan sikon yang terlihat tidak memihak aku, kecewa dengan system... aku menangis tidak jelas sore ini.

Almost 4 o’clock, and office hour will off but then my heart felt so hurt and the hard rain made it so complete.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar