AAAARRGGGGGHHHHHHHH,,,, teriak gue dalam hati, bagaimanapun
juga sedikit geraman itu terdengar pelan. Grace menunjukan gigi-giginya dengan
garang, mulutnya membentuk ‘I’ dengan lucu,
kedua lengannya menyiku dengan kepalan tangan didada. She just become Hulk, dan gue menggeram karena keki…
CD The Avengers
masuk lagi ke CD player untuk yang kesekian kalinya, “sejuta kali” begitu gue
memakai bahas hiperbola dengan malas. Ya ya ya, gue sebenarnya termasuk yang
selamat dari “terpaksa harus” menonton The Avengers ini untuk keseratus kalinya (lah tadi sejuta, hehehe… namanya juga bahasa
lebay ya suka-suka khan :)).
Gue baru nonton CD
ini 5 kali, dengan list: 1 kali nonton niat, yaitu waktu baru beli nih
kaset -bajakan sih, hehehe-, ke-2 waktu
Kaleb masih kesengsem dengan parah tokoh The
Marvel itu dan mendetail kecanggihan tiap jagoannya, ke 3 dan ke 4 adalah “Grace new habbit”. Yang ke 3 sih gue
tinggal tidur siang, tapi yang ke 4 terpaksa nonton (Dilema TV cuman satu,,
huhuhu) dan kelima nemenin sodara yang “numpang” nonton gara-gara si papa
masang ini CD demi Grace yang bertingkah
kaya cacing kepanasan karena kedatangan teman.
Setiap pulang kerja –dimulai sekitar seminggu atau 2 minggu
yang lalu lah, mulailah Grace mencintai tokoh-tokoh ciptaan Hollywood ini- gue selalu mendapati TV sedang
ON dengan film The Avengers. And you what is the most NO surprise
nya. “Ini CD dari pagi kagak ganti-ganti” lapor si Abang, si Papa dan Si oppung
bilang, “gak bisa aku nonton Tipi”…
What!!! Argghhhhh…
gue tepok jidat sambil geleng-geleng.
Padahal lately Grace lagi addict sama TV merk G++. So saluran TV harus yang berlabel G++ baru dia akan
tenang, kalau yang lain dia gak akan berhenti merusuh. Dan sekarang, ting-nong…
kami sekeluarga di setrap oleh The Avengers .. Ohh Goshh, setelah si Busa Kuning Bob sebelumnya dan drama
anak-anak di prime time keluarga…
Huh,,
But then,, kadung
lekat dengan gambaran para tokoh ini, walau kagum gue mau sekaligus mengkoreksi film keren ini. Yups, Hollywood not that perfect
sodara-sodara!!
Pertama dan mostly
buat gue adalah, paling gak setuju sama
penokohan Scarlet Johansen sebagai Black Widow.
Owh come on, angkat kaki deh yang bilang dia cucok..
hehehe, isn’t she is to kiyut buat jadi jagoan. Yaelahh, bibir seksi, body kecil, mata bagus… kayanya doi lebih cocok jadi tokoh Geisha atau
penari-penari bar ala Merlyn Monroe
ketimbang jagoan. Dah gitu pulak, wajahnya
terlalu teduh, gak ada sinis atau
galak-galaknya sistik joss,, hahaha. So
di scene dia mukul para penjahat waktu dia diinterogasi menurut gue kelewat
maksa dan gak pantezzz, badan sekecil dan cantik gitu,, plis dehh.. intinya, this black widow too much drama. Menurut
Mawar loh, kalu gak setuju ya gak papa lah :)
Lalu gue suka dengan penokohan Captain America yang bijaksana dan old fashion itu, ya gimana ya Chris Evan emang ganteng dari sonoh-nya, so biarpun rambutnya dibuat jadul gitu tetep aja gue ngeliat dia
kaya esmod-esmod masa kini. Keren and
sekseh. Sedikit tambahan, mengingat dan menimbang kecakepannya Chris Evan ini, seandainya ada film Sex and the City versi cowok, gue
akan mereferensi karakternya buat jadi sosok
Carry (tokoh utama). Berarti namanya jadi Carroy donk. Hehehe.
Si sombong Iron Man,
koq agak-agak bokis ya menurut gue masa cowok sesombong, sekaya dan
seganteng Tony Starks kesengsem and mati
kutu sama sekretarisnya seorang Peper
Potts teaa.. Isshh, mari menyala ―Come
On―
man… selayaknya ada gambaran perempuan-perempuan sosialita yang cantik en
tengil-tengil bertaburan disekeliling
manusia baju baja merah ini, and yeah.. you know what I mean reader :)
Mr. Thor, nothing
special lah, rambutnya, matanya, penokohannya sesuai ajah menurut gue.
Si Barton, I love the
cynical and fierce eyes-nya itu loh. Emang sih dia gak ganteng-ganteng amat
tapi sorot matanya yang dalem itu bikin dia cocok banget jadi tokoh jagoan, Si Mata Rajawali namanya.
Dan tokoh favorite gue dan ternyata eh tenyata (judi itu
haram, hehehe… :P) samaan ama si Geges
adalah Hulk, si mahluk hijau besar yang kalau marah bisa nakutin. Penokohan si Hulk di The Avengers ini menurut gue
lebih mendekati film kartunya yang udah gua liat sejak SD. Hulk yang galak banget, jago banget dan gak pake ampun.
Dimana semakin dia tersakiti dia akan mangkin jago. Agak beda sama Hulk 1 dan Hulk 2 versi movie single-nya, terlalu sweet dan mellow. Most of all, gue
suka mukanya Bruce Banner yang manusiawi dan looks humble banget. Sangat cucok menjadi seorang dokter yang
merakyat dipojokan kota kumuh India. Ya dong, gak kebayang khan muka gantengnya
si Chris Evan masuk kampung jadi dokter yang merakyat … aissh palsu!!
Lalu gue tarik anonym buat gue, seandainya punya kadar sabar yang sedikit lebih dan bisa
menahan kemarahan lebih lagi, mungkin nasib gue akan beda atau mungkin
perjalanan hidup gue ada sedikit perbedaan dari sekarang. Tapi hidup berjalan,
dan banyak hal out of my control, yes actually it
out of my control even though under my known. Karena banyak hal terjadi yang
gue tau, tapi ternyata diluar control gue. Oh.
Hhhmm , kenapa
jadi mellow gini sih, intinya gue mau nulis betapa tersiksanya hari-hari tanpa
media audio visual dirumah. Bisa
nonton sih actually, tapi kalau
tiba-tiba The Avengers’ addict-nya kumat, ya kita harus ngalah sama Grace. YES!! We hijacked by The Avengers through Grace…
Arggggg, berasa jadi Hulk
trus nampol temen disamping, salah satu adegan favorit Grace/Kaleb dan gue
(juga…) waktu Hulk meninju Thor. Hehehe.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar