Jam 4 kurang, ah menurut aku sejak jam 3 lewat itu. Karena masih ada jeda waktu dimana aku memaksa untuk tidur berkali-kali. Pindah kelantai lalu memilih tidur di ‘depan’ tapi tidak berhasil.
Bagi seorang Mawar yang hobby molor, terbangun di tengah fajar menjelang jelas bukan sebuah kebiasaan. Yups, apalagi disaat aku sedang mengambil jatah cuti seperti ini. Aku biasanya akan bangun sesiaaang mungkin, dan hanya akan terbangun karena edisi cucian kotor. Hehehe , bakat pembantu suka gak tahan melihat pekerjaan menunggu
Apa yang special hari ini pikirku, iyalah pasti ada sesuatu yang ‘tanpa aku sadari’ begitu special sampai membuat mataku yang biasanya susah bangun ini malah susah untuk tidur lagi.
17.10 tanggal tertulis di hp kecil suamiku. Owh… yaya kami sudah bahas ini sejak kemarin, tapi semua perencanaan stuck karena alasan moneter, standard ya? But it’s okey toh cintaku termuda itupun tidak akan memahami makna keroyalan yang kami ‘akan’ berikan, pun seandainya kami tidak terhalang oleh masalah keuangan.4 tahun yang lalu, lahir diusiaku yang –menurut aku jauh- lebih matang daripada si sulung. Juga ditengah kondisi ekonomi yang lebih baik. Walalu kemudian kami baru sadar kalau kami telah kehilangan moment selama 2 tahun, dimana ditahun ke-2, tepat dibulan Oktober 2011 kami baru sadar kalau Grace ternyata tuna rungu.
Ahh, never had a tears for that, ya aku belum pernah menagis, menyesal atau meratapi keadaan si gaor dodak (perusuh dalam bahasa Batak) kecil itu, hehehe.
Always proud of myself, always felt so blessed for Grace and because I always surrounded by supporting family. Maka keadaan Grace tidak pernah menjadi sebuah episode sedih buat aku. Malah lebih ke emosi, karena kita bisa fight and argue for manytimes. Me and Grace, yaks.
“emmm..aaah, eerhh, pyuhh…” bahasanya sehari-hari, tapi kami tau apa mau dia. Bahasa tubuhnya, bahasa lisannya sering tidak kami mengerti, tapi bahasa kalbu kami sampai pada tahap berkomunikasi.
Aku juga sering tidak paham menjelaskanya, tapi kami tau apa keinginananya bahkan sampai saat suaranya makin tak keluar.
Ketertibaan-nya, lebih ke perfectionist menurut aku, walau sempat kami duga parts of autism, (anak-anak tuna rungu seringkali memiliki dwi-tuna) sering membuatnya emosional dan marah-marah.
Bagaimana kami tau dia marah? Ah gampang sekali, dari seringai HULK-nya, hahaha. Ya, effect the Avenger sangat mendominasi gaya marahnya sekarang. Kalau dulu lebih ke tantrum. Tapi seakarang dia selalu berekpresi dengan kemarahanya.
Kesukaanya berbagi –mengingatkan pada gaya Kaleb- ketika melakukan hal yang disukai dia akan pastikan kami juga memperhatikanya. Caranya? Ya dia biacara dengan bahasa planetnya –begitu aku dan suami mengistilahkan bahasa Grace-. “Au, ehh, beuhh” yang jelas semua komunikasinya biasa disertai dengan gerakan tubuh.
What is the most amazing of Grace?? Tidak ada, dia hanya anak ke-3 ku yang “kebetulan” tuna rungu. All of my kids are amazing for me. Grace hanya sedikit lebih istimewa, karena butuh kesabaran (dan banyak orang tau aku butuh ekstra kekuatan untuk sabar, hehehe) untuk berkomunikasi dengannya.
Dan juga butuh banyak cerita kemanapun aku pergi soal kondisi Grace. Karena kemanapun aku
pergi atau ber-acara, dalam hitungan menit orang pasti geleng-geleng melihat aktifitas Grace. Tanpa maksud meminta dikasihani, aku spontan akan selalu bilang “she can’t hear, and I don’t bring the stuff now”… aku hanya berharap mereka mengerti. Grace tidak nakal, dia hanya ekpresive-atractive. Mostly anak-anak seperti Grace sulit memahami konsep bahaya, jangan, nanti dan batasan-batasan lainnya. Biasanya (kata therapist-nya) usialah yang akan mematangkan pemikiran mereka mengenai konsep JANGAN.
So before the dawn breaking in the morning, mommy wanna says : Happy 4 years Grace Mona Rachaellea Siregar. Jesus bless you,, You are the best thing in my life!!!
Happy belated birthday Grace.....
BalasHapusGrace = Anugrah..... nama tengah anakku juga Graciela it's the same meaning.
Anak-anak dengan keadaan spt Grace memang tidak perlu dikasihani karena mereka biasanya akan dianugrahi kemampuan lainnya yang kadang membuat mereka jauh lebih hebat dari kita manusia yg memiliki panca indra yg lengkap.....
Tugas kita sebagai orang tua memang membimbing mereka untuk mengetahui kekuatan dan kelebihan mereka dan memanfaatkannya seturut dengan kehendak Tuhan Yesus. Percayalah akan Firman Tuhan, semua akan indah pada waktuNya.... waktuNya Tuhan yach bukan waktunya kita manusia, kita tidak akan tau kapan itu waktuNya Tuhan.
Nah kita sebagai orang tua memang harus sabar sambil terus berharap dan tidak putus asa membimbing Grace...untuk sekali lagi menemukan kekuatan dan kelebihannya.
Bravo Mawar..... tetap semangat ya....
God bless you.... juga Grace.....